Rabu, 07 Mei 2014

KEPEMIMPINAN VISIONER


KEPEMIMPINAN VISIONER

Setiap pemimpin membentuk visi dengan caranya masing-masing, kadang-kadang bersifat obyektif dan rasional, kadang-kadang intuitif dan subyektif.
Tindakan tanpa visi sama artinya dengan terjebak dalam kegelapan dan visi tanpa tindakan adalah seperti puisi yang meratapi kemiskinan.
Secara sederhana, visi adalah masa depan yang realistis, dapat dipercaya, dan menarik bagi organisasi anda. (Burt Nanus, 2001, Kepemimpinan Visioner, Penerbit PT Prelindo, Jakarta).

Tugas2.
1.      Susun visi, misi dan strategi anda, dalam mepersiapkan diri sebagai agent of change and development ?
2.      Apakah faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam merealisasikan visi saudara tersebut?
3.      Bagaimana mengatisipasi faktor pendukung tersebut agar tidak menimbulkan arogansi ?
4.      Dan bagaimana pula mengorganisir faktor penghambat agar tidak menimbulkan sikap apatis
5.      Konflik akan selalu terjadi pada setiap orang yang akan melakukan perubahan, bagaimana caranya agar potensi konflik tersebut dapat menjadi daya dorong susksesnya visi saudara ?

Keterangan:
1.      Khusus jawaban soal nomor 5, dimasukkan pada komentar blog dosen pengampu, dan blognya mahasiswa masing-masing mahasiswa, dan;
2.      Seluruh jawaban diserahkan pada pertemuan tanggal 8 Mei 2014.













Jawaban
1.        Susun visi, misi dan strategi anda, dalam mepersiapkan diri sebagai agent of change and development?
Visi :
*      Menjadi agen perubahan yang terkemuka dikalangan masyarakat.
Misi :
*      Membantu segala aspek kehidupan Masyarakat.
*      Mencerdaskan kaum remaja yang berahlakul karimah.
*      Membangun solidaritas yang tinggi antar sesame.

2.        Apakah faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam merealisasikan visi saudara tersebut?
Factor Pendukung
*      Loyalitas yang tinggi
*      Komunikasi
*      Kerjasama
*      Saling mempercayai
Factor Penghambat
*      Timbulnya kepribadian yang arogansi
*      Miskomuniksi
*      Cara kerja tidak structural/tidak sesuai dengan job diskription
*      Bias karena pengaruh pimpinan
*      Atau factor-faktor lain yang sangat konflik

3.        Bagaimana mengatisipasi faktor pendukung tersebut agar tidak menimbulkan arogansi ?

Perubahan yang dapat dilakukan para pemuda selaku intelektual muda:
*      Mengedukasi masyarakat agar menjadi lebih peduli
*      Percaya diri bahwa mereka dapat melkukan segala hal sendiri
4.        Dan bagaimana pula mengorganisir faktor penghambat agar tidak menimbulkan sikap apatis ?
Dalam menindak lanjuti, dan solusi untuk mengorganisir hal tersebut:
*      Adanya sikap yang solid yang ditumbuhkan dalam kesadaran diri individu masing-masing
*      Harus ada peningkatan potensi atau bakat mahasiswa agar terjauh dalam kesehariannya dari sifat-sifat apatis
*      Dengan adanya solidaritas, maka akan terbentuk sikap kebersamaan
  
5.                  Perubahan adalah sebuah pilihan dari posisi awal ke masa selanjutnya, proses dan alurnyalah yang menentukan. Terkadang dalam menuju sebuah perubahan ada banyak hambatan yang menimbulkan konflik. Nah! berbagai konflik yang terjadi pada kubu organisasi jika diatasi dengan beberapa konsepsi dalam teori kepemimpinan dalam artian mengatasi konflik secara dewa maka, akan menjadi daya dorong susksesnya visi-misi yang telah dijanjikan melalui pendekatan hitam dan putih. Dengannyalah konflik yang  ada menjadi batu loncatan dan memberikan tendensi positif menuju kinerja berikutnya yang lebih efektif. Ada beberapa bagian penting untuk mengatasi konflik dalam organisasi. Di antaranya adalah;
1.      Membuat satu intruksi/ tindakan yang sekiranya tidak mengacu pada posisi saling menyalahkan.
2.      Jangan mencari kambing hitam sebagai penyebab terjadinya konflik.
3.      Membangun komunikasi dengan baik.
4.      Lakukan evaluasi.
5.      Memberikan kebebasan berpendapat pada semua anggotanya.