Rabu, 25 Juni 2014

Pengertia Etika



Pengertia Etika


Berbicara mengenai pengertian Etika, Effendy (1998) menyebutkan istilah etika mempunyai dua pengertian, secara luas dan secara sempit. Secara luas, dilihat dari bahasa inggris yakni ethics. Secara etimologi berasal dari bahasa Yunani ethica yang berarti cabang filsafat mengenai nilai-nilai dalam ikatannya dengan perilaku manusia, apakah tindakannya itu benar atau salah, baik atau buruk; dengan kata lain etika adalah filsafat moral yang menunjukkan bagaimana seseorang harus bertindak.
Etika dalam pengertian sempit atau dalam baha Inggris ethic (tanpa “s”) secara etimologis berasal dari bahasa latin “ethicus” atau bahasa yunani “ethicos” yang berarti himpunan asas-asas nilai atau moral.
Pendapat Kenneth E. Andersen, yang disitir Effendy (1998), mendefinisikan etika sebagai: suatu studi tentang nilai-nilai dan pertanyaan apa itu kebaikan atau keburukan dan bagaimana seharusnya.
Ia menyebutkan pula istilah-istilah etika (ethics, ethic), etis (ethical), moralitas dan moral acapkali dipergunakan secara tertukar sehingga membingungkan.
Franz Von Magnis dalam bukunya Etika Umum menyatakan bahwa jaringan norma seolah-olah membelenggu kita, mencegah kita dari tindakan sesuai dengan keinginan kita, mengikat kita untuk melakukan sesuatu yang sebetulnya kita benci. (Effendy, 1998:165).

1.      Jelaskan hubungan antara moral dan etika

Dalam kehidupan sehari-hari etika sangatlah penting dalam segala hal, apalagi berkomunikasi karena menyangkut perasaan dan harga diri seseorang. Oleh karenya kita diharapkan dapat memahami makna etika itu sendiri. Jadi hubungan antara moral dan etika sama-sama berarti system niali tentang bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia yang telah di institusionalkan dalam sebuah adat kebiasaan yang kemudian terwujud dalam perilaku seseorang.

2.      Apa saja Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pelanggaran Etika?

· Kebutuhan Individu
· Tidak Ada Pedoman
· Perilaku dan Kebiasaan Individu
· Lingkungan Yang Tidak Etis
· Perilaku Dari Komunitas

3.      Bagaimana Penerapan Etika Dalam Instansi Organisasi?.

Nam     : Tanzilulrahman
Nim     : 2013260056
Prodi    : Agribisnis

Dalam suatu instansi organisasi soal etika sangat penting sekali, karena dengan etika yang dapat turut menentukan baik atau buruknya suatu organisasi salah satunya adalah melaksanakan tugas dan wewenag sesuai ketentuan yang berlaku, menjaga informasi yang bersifat rahasia, dan patuh atau taat terhadap standar operasional dan tata kerja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar